Berusaha Untuk Meyakinkan Diri Sendiri Supaya Tetap Memperjuangkan Dia

Berusaha Untuk Meyakinkan Diri Sendiri Supaya Tetap Memperjuangkan Dia

Meyakinkan Diri Sendiri Supaya Tetap Memperjuangkan Dia – Mungkin ini bisa menjadi story love yang terakhir gue bersama dia, karna setelah kejadian yang bikin gue kecewa banget.

Gue langsung berfikir mungkin disinilah gue harus berhenti mengejar cintanya, daripada gue harus menahan sakit pada orang yang belum tentu dia itu jodoh gue.

Tapi gue langsung dihadang sama kalimat kk gue, kata dia ” lo pengecut amat sih baru gitu aja udah putus asa”.

Dan gue berfikir kembali, iya juga sih ini baru tahap awal dan mungkin di depan sana masih banyak kejutan yang akan gue terima nantinya ketika gue memperjuangkan cintannya.

Lalu setelah itu gue meyakinkan diri gue sendiri dan menyiapkan mental gue untuk mengejar cinta dia.

Dan gue kembali chat dia via WhatApp dan gue mencoba untuk kerumahnnya, tapi bukan sikap ramah yang gue dapet malah dia seperti cuek sama gue dan gak mau deket” lagi sama gue.

Ok gue disini masih sabar dengan kelakuan dia yang menjadi seperti itu, dan lo tau gak sekarang setiap gue kesana pasti ada kaka ipar-nya.

Dalam pikiran negatif gue, emang gue ini penjahat ya yang harus di jaga oleh anjing buldog. hahahahaha

Ehh tapi jujur gue pernah marah lo di rumah dia karena gue mau pijem hpnya eh dia gak mau beri, yang akhirnya gue langsung cabut untuk pulang tapi dia langsung tahan gue dan bilang ya udah nih hpnya.

Mungkin ini juga alasan dia menghadirkan kaka iparnya ketika gue akan bertamu kerumahnnya.

Ya emang secara logika gue gak berhak untuk memijam hp-nya, apalagi gue sampe memaksanya. Karena gue belum menjadi siapa” buat dirinya.

Setelah setiap gue kerumahnya ada kaka iparnya, gue mulai risih juga dengan hal itu. Karna gue mau ngomong juga suka terasa dibatesi apalagi kalau mau bercanda.

Lo bayangin aja di depan gue itu bukan dia tapi kaka iparnya dia dan dia itu berada di bawah kursi bersama ibunya.

Tapi Ok lah itu gak terlalu masalah buat gue, gue terus lanjut untuk memperjuangkan dirinya. Namun gue masih kesulitan untuk menjemput dia kembali ketika dia ada ship siang.

Dengan alasan yang sama yaitu “Aku mau pulang sama temen-temen aku naik bus”, ya gue percaya aja sih karna dia juga suka buat statusnya yang lagi di bus.

Karena gue udah gak jemput dia lagi, otomatis pertemuan gue sama dia jadi berkurang dan gue mau silaturahmi kerumahnyapun jadi malu. Ya mungkin inilah pengecutnya gue.

Yang akhirnya kontakan gue di WhatApp pun jadi jarang dan gue sama dia seolah-olah gak penah peduli sama kejadian indah atau perjuangan gue yang dulu pernah terjadi.

Ohh ini belum sampe akhir lo, karna gue masih kontekan sama dia tapi gak sesering dulu. Dan gue masih terus meyakinkan diri sendiri untuk mengejar cintanya.

Awal bulan januari 2019 gue kontek dia kembali dan yes gue dibales meskipun itu lama untuk balesnya. Ya gak papa lah mungkin dia lelah juga habis kerja.

Ada yang berbeda dalam chat-an kali ini, kalau dulu dia udah ngantuk atau ada sesuatu yang mau atau udah dikerjadin dia selalu bilang.

Tapi sekarang kalau udah ngantuk pesan gue gak dia baca sampe gue memulai percakapan kembali sama dia.

Not problem buat masalah itu, gue masih bisa terima. Ya mungkin karena ini perubahannya dan dia juga mungkin udah kecewa sama gue atau ada orang lain yang mempengaruhi dirinya kalau gue gini, gini dan gitu. “Itu pikiran negatif gue”

Tapi kalau pikiran postive gue mungkin dia lelah sudah bekerja sehingga dia lupa dengan kebiasaan yang dulu atau dia mau merubah kebiasaan yang dulu dengan yang lebih baru supaya pejuangan cinta kita lebih berwarna. anjay ahahahahahaha

Tapi bukannya gue semakin semangat untuk memperjuangkan cintanya, yang ada gue semakin males karena gue beberapa kali pernah memulai percakapan sama dia seperti se hay.

Namun gue gak dibales sama dia, dan ketika gue tanya dia lupa katanya. Ok lah kali ini gue percaya dengan kata dia.

Dan mungkin disinilah akhir gue sama dia, pada awal bulan maret gue memulai percakapan sama dia, gue chat “P” di WhatApp tapi sampe sekarang gue nulis cerita ini pesan itu gak dibaca mungkin udah dihapus ya.

Dan sampai saat inipun kita gak pernah kontakan, paling kita hanya saling mengintip snap di WhatApp. Jadi inlah isi dari story love Facebook yang Mendekatkan Kita dan WhatsApp yang Memisahkan Kita.

Sebenarnya gue pengennya dia memberikan alasan kenapa dia sampe tidak sempet membalas percakapan gue dan kenapa gue gak nanya, karena gue gak mau terima alasan yang sama seperti kesalahan ini yang pertama kali, karena kata-kata dia selalu seperti itu. Kaya gak ada kata atau kalimat yang lainnya.

Dan seengganya dia disini bisa menghargai gue yang menyempatkan waktu buat dia karena cinta itu harus saling mengerti, saling melengkapi, saling memperjuangkan, saling menghargai dan saling komitmen dalam satu tujuan.

Berusaha Untuk Meyakinkan Diri Sendiri Supaya Tetap Memperjuangkan Dia

Pelajaran dari perjuangan cinta gue sama dia

Jujur dia orang kedua yang berhasil meluluhkan hati gue setelah seseorang yang pernah satu sekolah sama gue dan bahkan satu kelas.

Pelajaran dari perjuangan cinta ini ialah semestinya gue harusnya gak terlalu mengharapkan sesuatu yang lebih dari dirinya. Dan seharusnya gue bisa lebih mengerti dengan keadaan dia untuk saat ini.

Ya mungkin gue bisa dibilang pengecut atau egois, tapi ya mau gimana lagi gue udah sampe sejauh ini berusaha mengejar cintannya tapi hasilnya zonk.

Dan kalaupun gue paksakan, itu sama saja gue mau menyakiti diri gue sendiri demi orang yang belum tentu dia itu jodoh gue.

Ko menyakiti sih? ya iyalah gue harus melihat dia jalan sama cwo, gue harus meunggu sesuatu yang belum tentu itu berarti buat gue, dan gue banyak menghabiskan waktu.

Untuk kalian yang memiliki kesamaan story sama gue, jangan terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu dari orang yang lo kagumi.

Dari beberapa buku yang gue baca, kalau loe mau PDKT sama CW lo setidaknya memiliki 3 CW untuk lo deketin tapi jangan lo jadiin pacar semuannya.

Tapi lo pelajari dan pahami ketiga wanita tersebut dan lo pilih salah satu yang menurut lo nyaman. Tapi jangan kelamaan tar diambil orang baru tau rasa lo seperti gue. Tar gue ceritain deh story love yang cintaku selalu ditikung.

Baca Juga

Post Author: Wawan Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.